SISTEM HUKUM

11 Dec

SISTEM HUKUM
Sistem berasal dari bahasa Yunani “systema” yang dapat diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian.
Prof. Subekti, SH. Sistem adalah suatu susunan dan tatanan yang teratur dimana susunan itu berkaitan satu sama lain, antara bagian tersebut tidak saling bertentangan.
Sistem Hukum adalah suatu kumpulan unsur-unsur yang ada dalam interaksi satu sama lain yang merupakan satu kesatuan yang terorganisasi dan kerjasama ke arah tujuan kesatuan.

Macam-macam Sistem Hukum Dunia:
Sistem Hukum Eropa Kontinental
Berkembang di Negara-negara Eropa (istilah lain Civil Law= Hukum Romawi), kecuali Inggris.
Dikatakan hukum romawi karena system hukum ini berasal dari kodifikasi hukum yang berlaku di kekaisaran romawi pada masa pemerintahan Kaisar Yustinianus abad 6 (527-565M)
Kodifikasi hukum itu merupakan kumpulan dari berbagai kaidah hukum yang ada sebelum masa Yustinianus yang disebut Corpus Juris Civilis (hukum yang terkodifikasi). Kodifikasi adalah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam dalam kitab UU secara sistematis dan lengkap.
Corpus Juris Civilis dijadikan prinsip dasar dalam perumusan dan kodifikasi hukum di negara-negara Eropa daratan seperti Jerman, Belanda, Perancis, Italia, Amerika Latin, Asia (termasuk Indonesia pada masa penjajahan Belanda).
Artinya adalah menurut sistem ini setiap hukum harus dikodifikasikan sebagai dasar berlakunya hukum dalam suatu negara.
Prinsip utama atau prinsip dasar system hukum Eropa Kontinental ialah bahwa hukum itu memperoleh kekuasaan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk UU yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi.
Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Kepastian hukum dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis, misalnya UU.
Dalam system hukum ini, terkenal suatu adagium yang berbunyi “tidak ada hukum selain UU”
Dengan kata lain hukum selalu diidentifikasikan dengan UU (hukum adalah UU)
Peran Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakan hukum baru, karena hakim hanya berperan menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya.
Putusan hakim tidak mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja (doktrins res ajudicata) sebagaimana yurisprudensi sebagai sistem hukum Anglosaxon (Mazhab aliran Freie Rechtsbegung).
Sumber hukum system ini adalah:
UU dibentuk oleh legislative (statutes)
Peraturan-peraturan hukum (Regulation = administrasi negara = PP, dll)
Kebiasaan-kebiasaan (custom) yang hidup dan diterima sebagai hukum oleh masyarakat selama tidak bertentangan dengan UU.
Penggolongannya berdasarkan sumber hukum diatas maka system hukum Eropa Kontinental penggolongannya ada 2 yaitu:
Bidang hukum publik (pidana, tata negara, administrasi negara)
Bidang hukum privat (hukum sipil, hukum dagang)
Sistem Hukum Anglo Saxon
Mula-mula berkembang di negara Inggris dan dikenal dengan istilah Common Law atau Unwritten Law (hukum tidak tertulis). System hukum ini dianut di negara-negara anggota persemakmuran Inggris, Amerika Utara, Kanada, Amerika Serikat.
Sumber hukum :
Putusan-putusan hakim atau putusan pengadilan atau yurisprudensi (judicial decisions). Putusan-putusan hukum mewujudkan kepastian hukum maka melalui putusan-putusan hakim itu prinsip-prinsip kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum.
Kebiasaan-kebiasaan dan peraturan hukum tertulis yang berupa UU dan peraturan administrasi negara diakui juga, karena pada dasarnya terbentuknya kebiasaan dan peraturan tertulis tersebut bersumber dari putusan pengadilan. Putusan pengadilan, kebiasaan dan peraturan hukum tertulis tersebut tidak tersusun secara sistematis dalam kodifikasi sebagaimana pada system hukum eropa continental.
Peran hakim berfungsi tidak hanya sebagai piahak yang bertugas menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan hukum saja, hakim juga berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat.
Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan-peraturan dan menciptakan prinsip-prinsip hukum baru yang berguna sebagai pegangan bagi hakim-hakim lain dalam memutuskan perkara sejenis.
Oleh karena itu, hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis (asas doctrine of precedent)
Namun, bila dalam putusan pengadilan terdahulu tidak ditemukan prinsip hukum yang dicari, hakim berdasarkan prinsip kebenaran dan akal sehat dapat memutuskan perkara dengan menggunakan metode penafsiran hukum. System hukum Anglo Amerika sering disebut juga dengan istilah Case Law.
Penggolongannya:
Dalam perkembangannya, system hukum Anglo Amerika itu mengenal pula pembagian “hukum public dan hukum privat”
Pengertian yang diberikan kepada hukum public hampir sama dengan pengertian yang diberikan oleh system hukum eropa continental.
Sementara bagi hukum privat pengertian yang diberikan oleh system hukum Anglo Saxon agak berbeda dengan pengertian yang diberikan oleh system EK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: